Pages
      Home
      Publications
      Register
      Login
      Tim Formatur
      Munas I
      Comment
      Search This Site
      Contact Us
CRS-ForMIND International Conference 2017 - Call for Papers

People

ForMIND Facebook ForMIND Twitter


:: Article

PENGUKURAN KECERDASAN EMOSI PADA ATLIT SEPAKBOLA U-18 DI KOTA SALATIGA. Makalah

Monday, October 3, 2016

By: yuyun alfasius tobondo

PENGUKURAN KECERDASAN EMOSI PADA ATLIT SEPAKBOLA U-18 DI KOTA SALATIGA

  

Makalah

 

Oleh :

Yuyun A Tobondo

alfa_mas@yahoo.com

  

Abstrak

 

Tobondo, Yuyun A (2016). Pengukuran Kecerdasan Emosional Pada Atlit Sepakbola U-18 Di Kota Salatiga. Research

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skala penggolongan dalam pengukuran kecerdasan emosional seorang anak dan bagaimana cara pengukurannya. Alat yang digunakan berupa kuisioner yang dibagi kepada 44 responden dalam populasi atlit sepakbola yang berumur 18 tahun ke bawah, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa (1) pengukuran untuk kadar kecerdasan emosional seorang anak dapat dilakukan dengan melakukan tiga skala penggolongan dengan rentang nilai 0-35, 36-55, dan 56-90, (2) untuk melakukan pengukuran kecerdasan emosional seorang anak dapat dilakukan dengan membandingkan skor yang didapat dari hasil didapat dengan rentang nilai yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kata Kunci : Kecerdasan, emosional.

LATAR BELAKANG

Olahraga merupakan kegiatan positif yang dilakukan setiap umat manusia di dalam kehidupannya sehari-hari. Ada banyak cabang olahraga di dunia ini. Namun yang lebih dekat dengan manusia adalah olahraga yang sejogjanya dekat dengan kegiatan aktifitas manusia itu sendiri setiap harinya.

Pada saat ini beragam usia, sejak anak usia dini telah diperkenalkan arti pentingnya olahraga, dengan semboyan "Di dalam tubuh yang sehat terdapat pikiran yang sehat".

Pikiran juga dilandasi dengan kepentingan organ yang ada dalam tubuh manusia, apabila tubuh seseorang sehat maka pikirannya pun sehat, demikian sebaliknya.

Emosi memegang peranan penting dalam pencapaian interaksi manusia terhadap sesamanya, apabila seseorang tidak dapat menyalurkan atau mengendalikan emosi yang dialaminya, maka orang tersebut tidak akan bisa melakukan kegiatan sehari-harinya dengan normal.

Perlu pengendalian sejak dini mengenai emosi yang ada di dalam diri. Adalah Kecerdasan emosional memegang peranan penting dalam usaha interaksi antar umat manusia di dunia ini.

Dalam kaitan dunia olahraga dengan kecerdasan emosional yang ditanamkan sejak dini sedari kecil, maka penulis tertarik melakukan penelitian yang berskala kecil ini dengan judul "Pengukuran Kecerdasan Emosional Pada Atlit Sepakbola U-18 Di Kota Salatiga"

Masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini yakni:

  1. Apakah pengukuran yang tepat dalam menentukan kadar kecerdasan emosional seorang anak
  2. Bagaimana mengukur kadar kecerdasan emosional seorang anak

Tujuan

  1. Menentukan skala penggolongan dalam pengukuran kecerdasan emosional seorang anak
  2. Mengukur kecerdasan emosional seorang anak

KAJIAN

Kecerdasan menurut kamus besar bahasa indonesia adalah perbuatan yang mencerdaskan, kesempurnaan perkembangan akal budi dan pikiran, yang berhubungan dengan otak, hati, jasmani dan indera yang aktif manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain.

Menurut Polgar & Champion  (2011:2), bahwa kecerdasan itu terbagi 2 (dua), yakni : secara konseptual, "Intelligence (in all cultures) is the ability to learn from experience, solve problems, and use our knowledge to adapt to new situations". Dan secara operasional, "intelligence is whatever the intelligence test measures. This tends to be “school smarts” and it tends to be culture-specific".

Sedangkan, menurut Bearce (2009:1): Intelligence adalah :

  1. 1.  The ability to solve problems and to adapt to and learn from life’s everyday experiences
  2. 2.  The ability to solve problems
  3. 3.  The capacity to adapt and learn from experiences Includes characteristics such as creativity and interpersonal skills
  4. 4.  The mental abilities that enable one to adapt to, shape, or select one’s environment
  5. 5.  The ability to judge, comprehend, and reason
  6. 6.  The ability to understand and deal with people, objects, and symbols
  7. 7.  The ability to act purposefully, think rationally, and deal effectively with the environment

Kecerdasan emosi menurut wikipedia adalah kemampuan seorang individu untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Ini dikarenakan emosi tersebut mengacu pada perasaan terhadap informasi yang diterima oleh individu tersebut

Definisi lain mengenai kecerdasan emosi diungkapkan oleh Mayer et all . 2004, "..the capacity to reason about emotion, and of emotions to enhance thinking. It includes the abilities to accurately perceive emotions, to access and  generate emotions so as to assist thought, to understand emotions and emotional knowledge, and to reflectively regulate emotions so as to promote emotional and intellectual growth".

 

METODE

Lokasi dan tempat penelitian ini berada di wilayah kota salatiga, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Sementara populasi yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah keseluruhan atlit sepakbola kota salatiga yang berumur 18 tahun ke bawah

Dalam penelitian ini menggunakan kuisioner yang disebarkan kepada responden sebanyak 44 anak dan hasil dari kuisioner tersebut dapat dianalisa dengan menggunakan Software Spss 23.0 yang sebelumnya hasil data telah diinput ke dalam Microsoft Excel 2007.

Hasil dari skor yang didapat setelah menggunakan Software Spss 23.0, dapat ditunjukkan dengan tabel frekuensi yang menunjukkan tingkat usia dari responden sebagai gambaran awal dari objek yang diteliti, dan setelah itu dapat dibuat skala penggolongan yang mewakili data dari tabel skor yang telah diolah sebelumnya

HASIL

Dalam pembahasan penelitian ini akan menjabarkan hasil dari penelitian yang telah diakukan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang berhasil dikumpulkan dari responden yang berjumlah sebanyak 44 responden, tabel berikut akan menjabarkan pengelompokan responden berdasarkan usia :

Pengelompokkan Responden Berdasarkan Usia

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

Usia 14 tahun

1

2,3

2,3

2,3

Usia 15 tahun

19

43,2

43,2

45,5

Usia 16 tahun

20

45,5

45,5

90,9

Usia 17 tahun

4

9,1

9,1

100,0

Total

44

100,0

100,0

 

                   

Data di atas membuktikan bahwa sebagian besar responden berusia antara 15-16 tahun dengan total 43,2 persen untuk usia 15 tahun, 45,5 persen untuk usia 16 tahun, selain itu terdapat responden yang berusia 14 tahun sebanyak 2,3 persen, sedangkan responden yang telah berusia 17 tahun sebanyak 9,1%

Kemudian pada tingkat penggolongan berdasarkan skor jawaban respoden, dapat dijabarkan ke dalam pengelompokan responden berdasarkan skor jawaban dalam tabel berikut:

Pengelompokkan Responden Berdasarkan Skor

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

skor 56 - 90

44

100,0

100,0

100,0

           

           

Dapat dilihat pada tabel bahwa semua responden memiliki skor jawaban di antara nilai 56-90, dengan total persentase sebesar 100%.

Menurut Indra (2008), Skala Penggolongan untuk penelitian Kecerdasan Emosi dapat menggunakan Skala sebagai berikut :

 

Interval Skor

Tingkat Hubungan

56 - 90

Tinggi

36 - 55

Sedang

0 - 35

Rendah

Berdasarkan paparan hasil skor dari jawaban di atas menyatakan bahwa keseluruhan responden memiliki kecerdasan emosi yang cukup tinggi, menurut Goleman dalam Hariwijaya (2005:7) mengungkapkan bahwa seseorang yang memiliki kecerdasan emosi dapat mempunyai sikap positif di dalam dirinya, yakni : memampukan seseorang untuk lebih mengenali emosi dalam dirinya, memampukan seseorang dalam hal pengelolaan emosi untuk lebih berpikir positif ke depan, memampukan seseorang untuk mengenali kepribadian orang lain, memampukan seseorang dalam membina hubungan personalnya dengan orang lain. Beberapa hal sikap positif tersebut dapat membuat seseorang menggapai cita-cita dan harapan hidup yang lebih baik seperti yang diharapkannya

 Kesimpulan

  1. Pengukuran untuk kadar kecerdasan emosional seorang anak dapat dilakukan dengan melakukan skala penggolongan
  2. Untuk mengukur kadar kecerdasan emosional seorang anak dapat dilakukan dengan menerapkan rentang nilai yang cukup mewakili kadar emosional seorang anak

 

Saran

  1. Diterapkan sistem yang mewujudkan iklim yang positif pada saat pelatihan maupun training yang dilakukan pelatih
  1. Agar pengurus club sepakbola untuk atlit sepakbola anak U-18 selalu memperhatikan metode kepelatihan yang diterapkan oleh pelatih di lapangan, dengan menggunakan sistim monitoring atau supervisi yang dilakukan setiap periode

 

Referensi:

Hariwijaya, M. 2005. Tes IQ Anda. Pustaka Pelajar : Yogyakarta

Indra Darmawan. 2008. Kiat Jitu Taklukan Psikotes, ISBN 9796102307 Pustaka Widyatama : Yogyakarta

K.H. Bearce. 2009. Personal Communication http://www.mccc.edu/~jenningh/Courses/documents/Handout-

Intelligence_000.pdf (diakses 15/07/2016)

Mayer et all . 2004. Emotional Intelligence: Theory, Findings and Implication. Psychological Inquiry, Vol 15, No 3. http://www.unh.edu/emotional_intelligence/EI%20Assets/Reprints...EI%20Proper/EI2004MayerSaloveyCarusotarget.pdf

Polgar & Champion. 2011. Intelligence. http://www.psych.purdue.edu/~willia55/120/10.IntelligenceMM.pdf (diakses 15/07/2016)

Wikipedia Glossary. https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_emosional (diakses 15/07/2016)

------------------------ https://en.wikipedia.org/wiki/Intelligence_(journal). (diakses 15/07/2016)

http://kbbi.web.id/cerdas. (diakses 15/07/2016)

 

 
ForMIND | Forum Peneliti Muda Indonesia   
Developed by Sypro-Systems | © 2015 All Rights Reserved