Pages
      Home
      Publications
      Register
      Login
      Tim Formatur
      Munas I
      Comment
      Search This Site
      Contact Us
CRS-ForMIND International Conference 2017 - Call for Papers

People

ForMIND Facebook ForMIND Twitter


:: Article

Karakterisasi Genetik Domba Garut Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT BIO FARMA (Persero) menggunakan Penanda DNA Mikrosatelit dalam Program Kampung Pemuliaan Domba Garut

Monday, April 11, 2016

By: Topik Hidayat

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama ForMIND dengan PT Bio Farma (Persero). Ternak domba adalah ternak ruminansia kecil yang paling diminati oleh kelompok peternakan rakyat di Indonesia, dan salah satu yang terkenal adalah domba Garut. Domba Garut memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai sumber daging dan memiliki keunggulan unik yang dapat dijadikan daya tarik parawisata daerah. Selama ini seleksi domba pejantan dilihat dari berbagai sifat kualitatif (bobot badan dan kualitas karkas) pada ternak masih dilakukan secara konvensional, yaitu melalui program seleksi sifat-sifat fenotipik yang pada umumnya kurang efektif karena memerlukan jumlah ternak yang banyak dan memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan pejantan unggul. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat di bidang genetika molekuler dengan dilengkapinya genom domba dari waktu ke waktu diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan pada kemajuan dan perkembangan dunia peternakan khususnya pada program pemuliaan domba Garut. Margawati (2005) bahwa penanda DNA mikrosatelit yang menunjukkan sifat pertumbuhan pada domba Garut terletak pada kromosom 18, terutama terletak antara penanda DNA CSSMO18 (116-134 pasang basa) dan TMR1 (124-138 pasang basa). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi hewan ternak domba Garut Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT BIO FARMA (Persero) menggunakan dua penanda mikrosatelit seperti disebutkan di atas, yaitu CSSMOI8 dan TMR1. Karakterisasi DNA dilakukan terhadap 36 ekor domba Garut ditambah dengan 1 domba sayur dan 1 sapi sebagai kontrol.  Ekstrasi DNA dilakukan dengan menggunakan sumber DNA yang berasal dari darah. Amplifikasi dilakukan menggunakan lokus penanda mikrosatelit CSSMO18 dan TMR1, dan kemudian dielektroforesis di atas gel agarose. Analisis hasil dilakukan berdasarkan kemunculan pita DNA hasil amplifikasi di atas gel agarose. Kemunculan pita DNA menunjukkan adanya penanda CSSMOI8 (116-134 pasang basa) dan TMR1 (124-138 pasang basa) yang digunakan, yang artinya pada domba tersebut diperkirakan terkandung sifat-sifat unggul yang diharapkan. Hasil menunjukkan bahwa semua domba uji memiliki potensi sebagai domba unggul untuk produksi yang ditunjukkan oleh munculnya pita target untuk kedua penanda mikrosatelit yang digunakan, yaitu CSSMO18 dan TMR1. Berdasarkan penelitian ini disarankan bahwa kedua penanda mikrosatelit cocok digunakan oleh PT Bio Farma (Persero) untuk menyeleksi mana domba Garut yang unggul dan mana yang tidak.

 
ForMIND | Forum Peneliti Muda Indonesia   
Developed by Sypro-Systems | © 2015 All Rights Reserved